(pcs)

Metode Pembuatan Simbol Barcode

Monday, November 24th 2014.

Metode Pembuatan Simbol Barcode

 

Metode pembuatan simbol barcode (biasa disebut simbologi) terdiri atas 2 sistem simbologi, yakni 1 dimensi (linier) dan 2 dimensi (multidimensi). Pada bab ini Anda akan mengetahui secara jelas pembuatan simbol-simbol barcode, baik pada simbologi 1 dimensi (CODE 39, ITF, CODE 128, UPC, EAN, CODABAR) ataupun 2 dimensi (PDF147, QR CODE). Untuk lebih jelasnya bisa Anda lihat proses  pembuatan simbol barcode di bawah ini.

Bentuk Barcode Satu Dimensi

Kode baris satu dimensi biasa disebut kode baris linier (linier barcode). Contoh kode baris satu dimensi adalah sebagai berikut CODE 39 dan INTERLEAVAD 2 of 5 (ITF), CODE 128.

CODE 39

Code 39 dapat mengkodekan karakter alfanumerik, yaitu angka desimal dan huruf kapital serta tambahan karakter spesial -, ., *, $, /, %, +. Satu karakter dalam Code 39 terdiri dari 9 elemen, yaitu 5 bar (garis vertikal hitam) dan 4 spasi (garis vertikal putih) yang di susun bergantian antara bar dan spasi. Tiga dari 9 elemen tersebut lebih tebal dari yang lain. Oleh karenanya kode ini bisa disebut Code 3 Of 9. Tiga elemen yang lebih tebal tersebut terdiri dari 2 bar dan 1 spasi. Elemen yang lebar mewakili digit biner 1 dan elemen yang sempit mewakili digit biner 0.

Berikut gambaran karakter ASCII dari simbologi barcode CODE 39.

karakter ASCII code 39

karakter ASCII code 39

karakter ASCII code 39

 

Struktur barcode Code 39 adalah sebagai berikut:

struktur code 39

struktur code 39

Di mana:

  1. X       :  Ketebalan elemen yang sempit (minimum 0.19mm).
  2. QZ    :  Quiet Zone atau Start – Stop Margin dengan ketebalan minimum 6 mm atau 10 kali X.
  3. SC     :  Start Character (karakter*).
  4. ICG  :  Inter Character Gap dengan ketebalan 1 kali X.
  5. C1     :  CN  :  Karakter ke 1 s/d karakter ke N.
  6. CC     :  Check Character.
  7. PC     :  Stop Character (karakter*).

Untuk dapat membedakan garis vertikal lebar dan sempit maka perbandingan ketebalan antara garis vertikal lebar dan sempit minimum 2:1, di mana perbandingan 3:1 akan lebih bail. Lebar keseluruhan barcode dapat dirumuskan sebagai berikut:

rumus perhitungan code 39

Di mana:

  1. L     :  Lebar keseluruhan barcode
  2. N    :  Jumlah karakter
  3. R    :  Perbandingan garis vertikal lebar dan sempit
  4. X    :  Ketebalan garis vertikal sempit
  5. I     :  Lebar N karakter plus inter character gap
  6. II   :  Lebar start dan stop character plus 1 inter character gap antara start character dan character pertama.
  7. III :  Lebar check character plus 1 inter character gap
  8. IV  :  Lebar 2 kali quiet zone (M1(start margin) + M2 (stop margin)).

Check character adalah sisa dari jumlah seluruh nilai karakter dibagi dengan 43. Sebagai contoh:

  1. Message  :  CODE 39
  2. Karakter  :  CODE SPACE 39
  3. Nilai karakter  :  12 24 13 14 38 39
  4. Jumlah  :  12+24+13+14+38+3+9=113
  5. 113/43=2 sisa 27

27 adalah nilai dari karakter R. Oleh sebab itu Message + check character: CODE39R. Berikut ini contoh gambar barcode code 39.

barcode code39

barcode code39

Rp 3.500.000
Scanner Barcode Scanlogic CS 6200-2D

5%

Rp 4.200.000 4.400.000
Rp 4.000.000
Scanner Barcode Postronix 2DSCAN

15%

Rp 2.990.000 3.500.000
Rp 4.000.000
Rp (Hubungi CS)
paket komputer kasir siap pakai

Pengiriman

Facebook Fanpage