Thursday, January 29th 2026.adli assidiq

Kesalahan Umum UMKM dalam Pengelolaan Stok Barang

 

Pengelolaan stok barang merupakan salah satu aspek krusial dalam operasional UMKM. Stok yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari kehabisan barang, penumpukan produk, hingga kerugian finansial. Sayangnya, masih banyak pelaku UMKM yang belum menerapkan manajemen stok secara optimal. Artikel ini akan membahas kesalahan umum UMKM dalam pengelolaan stok barang agar dapat dihindari sejak dini.

1. Tidak Mencatat Stok Secara Rutin

Kesalahan paling sering terjadi adalah tidak melakukan pencatatan stok secara berkala. Banyak UMKM masih mengandalkan ingatan atau perkiraan, sehingga data stok menjadi tidak akurat. Akibatnya, pelaku usaha sulit mengetahui jumlah barang yang tersedia dan waktu yang tepat untuk melakukan restock.

Solusi:

Gunakan pencatatan stok harian, baik secara manual maupun menggunakan aplikasi stok barang sederhana.

2. Tidak Memisahkan Stok Lama dan Stok Baru

UMKM sering mencampur stok lama dan stok baru tanpa sistem yang jelas. Hal ini berisiko menyebabkan barang lama tidak terjual, terutama untuk produk dengan masa kedaluwarsa.

Solusi:

Terapkan metode **FIFO (First In First Out)** agar stok yang masuk lebih dulu juga dijual lebih dulu.

3. Overstok atau Kekurangan Stok

Kesalahan dalam memprediksi permintaan pasar membuat UMKM sering mengalami overstok atau justru kehabisan barang. Overstok meningkatkan biaya penyimpanan, sedangkan kekurangan stok dapat menurunkan kepuasan pelanggan.

Solusi:

Analisis data penjualan secara rutin untuk memperkirakan kebutuhan stok secara lebih akurat.

4. Tidak Melakukan Stok Opname

Stok opname jarang dilakukan karena dianggap memakan waktu. Padahal, tanpa stok opname, UMKM tidak dapat mengetahui adanya selisih stok akibat kehilangan, kerusakan, atau kesalahan pencatatan.

Solusi:

Lakukan stok opname secara berkala, misalnya mingguan atau bulanan, sesuai skala usaha.

5. Mengabaikan Barang Rusak atau Tidak Laku

Banyak UMKM tetap mencatat barang rusak atau tidak laku sebagai stok aktif. Hal ini membuat laporan stok menjadi tidak realistis dan mengganggu perencanaan bisnis.

Solusi:

Pisahkan dan catat barang rusak atau slow moving stock agar tidak memengaruhi perhitungan stok utama.

6. Tidak Menggunakan Sistem atau Teknologi

Masih banyak UMKM yang belum memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan stok. Padahal, penggunaan sistem inventori dapat menghemat waktu dan meminimalkan kesalahan manusia.

Solusi:

Gunakan aplikasi manajemen stok yang sesuai dengan kebutuhan dan skala bisnis UMKM.

Kesimpulan

Pengelolaan stok barang yang buruk dapat berdampak besar pada kelangsungan usaha UMKM. Dengan menghindari kesalahan umum seperti tidak mencatat stok, tidak melakukan stok opname, dan mengabaikan teknologi, UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional dan keuntungan bisnis. Manajemen stok yang baik adalah langkah penting menuju UMKM yang lebih profesional dan berkelanjutan.

 

Contact us

————————————————————————–

Link Sosmed Kami :

https://www.instagram.com/kiosbarcode/

https://www.kiosbarcode.com/

https://www.youtube.com/@KiosBarcode

Alamat kami:

Jalan Lingkar Utara Ruko Smart Market Telaga Mas Blok E07 Duta Harapan, RT.001/RW.011, Harapan Baru, Kec. Bekasi Utara, Kota Bks, Jawa Barat 17123

Telepon/SMS/WhatsApp:

  • 081369101014
  • 081259417200

————————————————————————–

Terima kasih telah menjadikan kami sebagai mitra Anda dalam menghadirkan solusi kiosbarcode yang handal dan andal. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada Anda.

Rp 3.950.000
Rp 1.500.000
Rp (Hubungi CS)
Mesin Kasir Bougenville Type C Siap Pakai

5%

Rp 9.500.000 10.000.000
Rp 7.600.000
Rp 1.000.000